raskin

JEMBER: Jumlah penerima beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Kabupaten Jember berkurang sekitar 6.000 rumah tangga sasaran (RTS), dari 237.300 menjadi 230.629 RTS.
“Penurunan jatah raskin itu merupakan kebijakan dari Tim Pengendalian dan Pengentasan Kemiskinan (TP2K) yang kewenangannya ditangani Wakil Presiden Boediono dan Menko Kesra Agung Laksono,” ungkap Kepala Bulog Sub Divre XI Jember Tri Wahyudi Saleh, seperti dikutip Antara, Jumat 18 Mei 2012.
Dia menjelaskan telah menerima surat dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat tentang alokasi penerima raskin Juni-Desember 2012.
Menurutnya, penurunan jumlah penerima raskin di Jember berdasarkan pendataan program perlindungan sosial (PPLS) tahun 2011 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).
Dia menjelaskan tidak hanya Kabupaten Jember yang mengalami penurunan jumlah penerima raskin, tetapi juga terjadi di beberapa kabupaten di Jatim, antara lain Bondowoso, Situbondo, Malang, dan beberapa kabupaten di Pulau Madura.
Bulog Sub Divre XI Jember, lanjutnya, sudah berkirim surat kepada Pemkab Jember tentang penurunan kuota penerima raskin agar disosialisasikan kepada warga yang berada di 31 kecamatan di Jember.
“Kami belum bisa mendistribusikan raskin bulan Juni karena ada perubahan data penerima raskin dan pihak pemkab masih akan mengecek data itu,” katanya.
Jatah raskin Mei, imbuhnya, sudah didistribusikan pada April lalu karena Bulog Sub Divre XI Jember melakukan percepatan distribusi raskin selama 2 bulan (April-Mei), dengan menggunakan data PPLS 2008 sebanyak 237.300 RTS penerima.
Sebelumnya, Bupati Jember MZA Djalal mengatakan pemkab akan mengecek penurunan jumlah penerima raskin di Kabupaten Jember. Namun pihaknya belum mengetahui penyebab pasti penurunan jatah raskin tersebut.
“Ada dua kemungkinan penyebab penurunan jatah raskin, yakni jumlah warga miskin di Jember berkurang atau stok beras nasional menipis, sehingga jatah raskin di sejumlah daerah dikurangi,” tegasnya.
Bupati berharap penurunan jumlah penerima raskin karena program pembangunan untuk mengurangi angka kemiskinan di Jember berhasil, sehingga jumlah warga miskin berkurang dan berdampak pada penurunan jatah raskin.
klik sumbernya

Tidak ada komentar: